KATA PENGANTAR
Puji
syukur kehadirat Tuhan yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat serta
hidayah-Nya kepada penulis sehingga makalah yang berjudul “Perubahan
Sosial Dalam Masyarakat” ini dapat diselesaikan dengan baik.
Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk
memenuhi tugas mata kuliah Sosiologi Pertanian yang di ampuh oleh
Ir.Dumasari,M.SI. Shalawat serta salam semoga tercurahkan kepada Baginda
Nabiyana Muhammad Saw.Dalam kesempatan kali ini juga penulis
ingin mengucapkan terimaksih kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam
penyusunan makalah ini.
Penulis menyadari bahwa masih banyak
kekurangan dari penyusunan makalah ini, oleh karena itu diharapkan kritik dan
saran yang membangun sehingga kedepanya dapat dilakukan perbaikan guna
memberikan manfaat lebih kepada pembaca.
Akhirnya diharapkan tujuan makalah ini dapat dicapai dengan sebaik-baiknya.
Purwokerto, 03 April 2013
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
1.
LATAR BELAKANG
Dalam kehidupan, setiap masyarakat pasti
mengalami perubahan-perubahan. Tidak ada sekelompok masyarakat pun yang tidak
berubah. Perubahan tersebut dapat terjadi dalam berbagai bidang kehidupan,
misalnya dalam bidang politik, ekonomi, sosial, maupun perubahan yang berkaitan
dengan kebudayaan. Perubahan yang terjadi dalam bidang sosial pada suatu
masyarakat sering dikenal dengan istilah perubahan sosial.
Perubahan sosial yang terjadi dalam
kehidupan masyarakat ini dipengaruhi oleh banyak faktor dan juga perubahannya
dapat menuju ke arah yang positif maupun menuju arah yang negatif. Dalam hal
ini, berarti perubahan dapat membuat lebih baik, namun juga sebaliknya.
Tentunya perubahan sosial yang terjadi dipengaruhi oleh berbagai faktor dan
mempunyai berbagai dampak bagi kehidupan masyarakat. Dan para ahli mempunyai
pendapat yang berbeda tentang perubahan sosial tersebut. Oleh karena itu,
melalui makalah ini, kami ingin mengetahui bagamaina pendapat para ahli
mengenai perubahan sosial dan contoh perubahan yang terjadi dalam lingkungan
masyarakat.
2.
RUMUSAN MASALAH
Dari latar belakang di atas dapat
diperoleh rumusan masalah sebagai berikut:
1.
Apakah definisi dari perubahan sosial
dalam masyarakat ?
2.
Bagaimana pendapat para ahli tentang
perubahan sosial?
3.
Apa sajakah tipe-tipe dari perubahan
sosial?
4.
Apa sajakah perubahan sosial yang terjadi
di lingkungan?
3.
TUJUAN
Tujuan yang ingin kami peroleh dari pembuatan makalah ini adalah :
1.
Untuk mengetahui definisi dari perubahan
sosial dalam masyarakat.
2.
Untuk mengetahui pendapat para ahli
tentang perubahan sosial.
3.
Untuk mengetahui tipe-tipe perubahan
sosial.
4.
Untuk mengetahui perubahan sosial yang
terjadi di lingkungan.
4.
MANFAAT
Manfaat yang kami peroleh dari pembuatan makalah ini adalah :
1.
Dapat mengetahui definisi dari perubahan
sosial dalam masyarakat.
2.
Dapat mengetahui pendapat para ahli
tentang perubahan sosial.
3.
Dapat mengetahui tipe-tipe perubahan
sosial.
4.
Dapat mengetahui perubahan sosial yang
terjadi di lingkungan.
BAB II
PEMBAHASAN
A. DEFINISI PERUBAHAN SOSIAL DALAM MASYARAKAT
Perubahan sosial dapat dikatakan sebagai
suatu perubahan dari gejala-gejala sosial yang ada pada masyarakat, dari yang
bersifat individual sampai yang lebih kompleks. Perubahan sosial dapat dilihat
dari segi terganggunya kesinambungan di antara kesatuan sosial walaupun
keadaannya relatif kecil. Perubahan ini meliputi struktur, fungsi, nilai,
norma, pranata, dan semua aspek yang dihasilkan dari interaksi antarmanusia,
organisasi atau komunitas, termasuk perubahan dalam hal budaya.
Perubahan sosial terbagi atas dua wujud sebagai berikut :
- Perubahan
dalam arti kemajuan (progress) atau menguntungkan.
- Perubahan
dalam arti kemunduran (regress) yaitu yang membawa pengaruh kurang
menguntungkan bagi masyarakat.
Jika perubahan sosial dapat bergerak ke
arah suatu kemajuan, masyarakat akan berkembang. Sebaliknya, perubahan sosial
juga dapat menyebabkan kehidupan masyarakat mengalami kemunduran.
Adanya pengenalan teknologi, cara mencari
nafkah, migrasi, pengenalan ide baru, dan munculnya nilai -nilai sosial baru
untuk melengkapi ataupun menggantikan nilai – nilai sosial yang lama merupakan
beberapa contoh perubahan sosial dalam aspek kehidupan. Dengan kata lain,
perubahan sosial merupakan suatu perubahan menuju keadaan baru yang berbeda
dari keadaan sebelumnya.
Ada dua faktor yang dapat menyebabkan
terjadi perubahan sosial, yaitu faktor yang berasal dari dalam masyarakat dan
juga faktor yang berasal dari luar masyarakat. Faktor yang bersumber dari
masyarakat itu sendiri meliputi : bertambah atau berkurangnya penduduk,
penemuan-penemuan baru, pertentangan-pertentangan dalam masyarakat, dan
terjadinya pemberontakan atau resolusi di dalam tubuh masyarakat itu sendiri.
Sedangkan, faktor yang berasal dari luar masyarakat meliputi : sebab-sebab yang
berasal dari lingkungan fisik yang ada di sekitar manusia, peperangan dengan
negara lain, dan pengaruh kebudayaan lain.
Selain adanya faktor yang menyebabkan
terjadinya perubahan sosial, adapula faktor yang mendorong dan juga menghambat
perubahan sosial. Faktor yang mendorong terjadinya perubahan yaitu : kontak
dengan kebudayaan lain, sistem pendidikan yang lebih maju, sikap menghargai
hasil karya seseorang dan keinginan-keinginan untuk maju, toleransi, sistem
lapisan masyarakat yang terbuka, penduduk yang heterogen, ketidakpuasan
masyarakat terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu, orientasi ke muka, dan
juga nilai meningkatkan taraf hidup.
Faktor yang menghambat terjadinya
perubahan soaial adalah : kurangnya hubungan dengan masyarakat lain,
perkembangan ilmu pengetahuan yang terlambat, sikap masyarakat yang
tradisionalistis, adanya kepentingan-kepentingan yang telah tertanam dengan
kuat, rasa takut akan terjadinya kegoyahan kebudayaan, prasangka terhadap
hal-hal yang baru, hambatan ideologis, kebiasaan dan nilai pasrah.
B. PENDAPAT PARA AHLI TENTANG PERUBAHAN SOSIAL
Para sosiolog dan antropolog mempunyai pendapat yang berbeda mengenai
perubahan sosial. Berikut ini adalah para ahli beserta pendapat mereka
mengenai perubahan sosial :
1. William F. Ogburn (1964), mengemukakan bahwa ruang lingkup perubahan sosial meliputi
unsur-unsur kebudayaan material dan immaterial, yang ditekankan pada pengaruh
besar unsur-unsur kebudayaan material terhadap unsur-unsur immaterial.
2. Kingsley Davis (1960), mengartikan perubahan sosial sebagai perubahan-perubahan yang
terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat. Misalnya, timbulnya
pengorganisasian buruh dalam masyarakat kapitalis telah menyebabkan
perubahan-perubahan dalam hubungan antara buruh dan majikan yang selanjutnya
menyebabkan perubahan-perubahan dalam organisasi ekonomi dan politik.
3. Mac Iver (1937: 272), mengartikan bahwa perubahan sosialsebagai perubahan dalam
hubungan sosial (perubahan yangdikehendaki dan perubahan yang tidak
dikehendaki) atausebagai perubahan terhadap keseimbangan (equilibrium)hubungan
sosial.
4. Gillin dan Gillin (1957: 279), mengartikan
perubahan sosialadalah suatu variasi dari cara hidup yang telah diterima,
baikkarena perubahan-perubahan kondisi geografis, kebudayaanmaterial, komposisi
penduduk, dan ideologi maupun karenaadanya difusi ataupun penemuan-penemuan
baru dalammasyarakat
5. Selo Soemardjan (1962: 379), merumuskan perubahan sosial sebagai segala perubahan pada
lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat, yang memengaruhi
sistem sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap, dan pola perilaku di
antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.
6. Samuel Koenig (1957: 279), mengatakan bahwa perubahan sosial menunjuk pada
modifikasi-modifikasi yang terjadi dalam pola-pola kehidupan manusia.
Modifikasi-modifikasi dapat disebabkan oleh faktor intern dan ekstern.
7. Sugihen (1982), mengkaitkan perubahan sosial dengan beberapa kata lain yang merujuk
pada proses sosial yang sama, seperti : industrialisasi, modernisasi, dan pembangunan.
8. Merton (1957;1964), mengatakan bahwa perubahan sosial merupakan fungsi
manifestasi dari suatu rekayasa sosial lewat upaya pembangunan yang
dilambangkan atau diwujudkan dalam kegiatan industralisasi menuju suatu
masyarakat modern.
9. Rogers, et. al. (1988), memahami bahwa perubahan sosial adalah suatu proses
yang melahirkan perubahan-perubahan di dalam struktur dan fungsi dari suatu
sistem kemasyarakatan. Ada 3 tahapan utama dalam proses perubahan sosial yang
terjadi. Pertama, berawal dari diciptakannya atau lahirnya sesuatu yang
berkembang menjadi suatu gagasan. Bila gagasan tersebut sudah menggelinding
seperti roda yang berputar pada sumbunya, dan sudah tersebar di kalangan
masyarakat maka perubahan tersebut sudah memasuki tahap kedua. Tahapan yang
ketiga yaitu disebut dengan hasil, yaitu perubahan-perubahan yang terjadi dalam
suatu sistem sosial yang bersangkutan sebagai akibat dari diterimanya, atau
ditolaknya suatu inovasi.
10. Larson dan Rogers (1964), mengemukakan pengertian tentang perubahan sosial yang dikaitan
dengan adopsi teknologi yaitu perubahan sosial merupakan suatu proses yang
berkesinambungan dalam suatu bentangan waktu tertentu. Pemakaian
teknologitertentu oleh suatu warga masyarakat akan membawa suatu perubahan
sosial yang dapat diobservasi lewat perilaku anggota masyarakat yang
bersangkutan.
11. Ferdinand Toennies (1855-1936), menggambarkan proses perubahan sosial sebagai
perkembangan dari Gemeinschaft menjadi Gesellschaft.
Gemeinschaft (paguyuban) adalah kelompok orang yang relasi-relasi
interaksionalnya bersifat langsung, dalam, dan terarah kepada diri orang lain
dalam keseluruhannya. Sedangkan Gesellschaft (patembayan) adalah
kelompok-kelompok di mana interaksional bersifat tidak langsung, dangkal, hanya
menyentuh kulit atau permukaan hidup saja, dan terarah pada sebagaian saja dari
orang lain, yaitu kedudukan, wewenang, atau kemampuannya.
12. Atkinson (1987) dan Brooten (1978), menyatakan definisi
perubahan merupakan kegiatan atau proses yang membuat sesuatu atau seseorang
berbeda dengan keadaan sebelumnya dan merupakan proses yang menyebabkan
perubahan pola perilaku individu atau institusi. Ada empat tingkat perubahan
yang perlu diketahui yaitu pengetahuan, sikap, perilaku, individual, dan
perilaku kelompok. Setelah suatu masalah dianalisa, tentang kekuatannya, maka
pemahaman tentang tingkat-tingkat perubahan dan siklus perubahan akan dapat
berguna.
13. Etzioni (1973) mengungkapkan bahwa, perkembangan masyarakat seringkali dianalogikan
seperti halnya proses evolusi, suatu proses perubahan yang berlangsung sangat
lambat. Pemikiran ini sangat dipengaruhi oleh hasil-hasil penemuan ilmu
biologi, yang memang telah berkembang dengan pesatnya.
14. Spencer mengungkapkan bahwa suatu organisme akan bertambah sempurna apabila
bertambah kompleks dan terjadi diferensiasi antar organ-organnya. Kesempurnaan
organisme dicirikan oleh kompleksitas, differensiasi dan integrasi.
Perkembangan masyarakat pada dasarnya berarti pertambahan diferensiasi dan
integrasi, pembagian kerja dan perubahan dari keadaan homogen menjadi
heterogen. Spencer berusaha meyakinkan bahwa masyarakat tanpa diferensiasi pada
tahap pra industri secara intern justru tidak stabil yang disebabkan oleh
pertentangan di antara mereka sendiri. Pada masyarakat industri yang telah
terdiferensiasi dengan mantap akan terjadi suatu stabilitas menuju kehidupan
yang damai. Masyarakat industri ditandai dengan meningkatnya perlindungan atas
hak individu, berkurangnya kekuasaan pemerintah, berakhirnya peperangan antar
negara, terhapusnya batas-batas negara dan terwujudnya masyarakat global.
15. Comte mempunyai pemikiran yang sangat dipengaruhi oleh pemikiran ilmu alam.
Pemikiran Comte yang dikenal dengan aliran positivisme, memandang bahwa
masyarakat harus menjalani berbagai tahap evolusi yang pada masing-masing tahap
tersebut dihubungkan dengan pola pemikiran tertentu. Selanjutnya Comte
menjelaskan bahwa setiap kemunculan tahap baru akan diawali dengan pertentangan
antara pemikiran tradisional dan pemikiran yang berdifat progresif. Sebagaimana
Spencer yang menggunakan analogi perkembangan mahkluk hidup, Comte menyatakan
bahwa dengan adanya pembagian kerja, masyarakat akan menjadi semakin kompleks,
terdeferiansi dan terspesialisasi.
Comte membagi perubahan sosial dalam dua konsep yaitu social
statics (bangunan struktural) dan social dynamics (dinamika
struktural). Bangunan struktural merupakan struktur yang berlaku pada suatu
masa tertentu. Bahasan utamanya mengenai struktur sosial yang ada di masyarakat
yang melandasi dan menunjang kestabilan masyarakat. Sedangkan dinamika
struktural merupakan hal-hal yang berubah dari satu waktu ke waktu yang lain.
Perubahan pada bangunan struktural maupun dinamika struktural merupakan bagian
yang saling terkait dan tidak dapat dipisahkan.
16. Kornblum (1988), berusaha memberikan suatu pengertian tentang perubahan sosial.
Ruang lingkup perubahan sosial meliputi unsur-unsur kebudayaan baik yang
material maupun immaterial. Penekannya adalah pada pengaruh besar unsur-unsur
kebudayaan material terhadap unsur-unsur immaterial. Perubahan sosial diartikan
sebagai perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat.
17. Soekanto, (1990) mendefinisikan perubahan sosial adalah segala perubahan yang
terjadi dalam lembaga kemasyarakatan dalam suatu masyarakat, yang mempengaruhi
sistem sosialnya. Tekanan pada definisi tersebut adalah pada lembaga masyarakat
sebagai himpunan kelompok manusia dimana perubahan mempengaruhi struktur
masyarakat lainnya. Perubahan sosial terjadi karena adanya perubahan dalam
unsur-unsur yang mempertahankan keseimbangan masyarakat seperti misalnya
perubahan dalam unsur geografis, biologis, ekonomis dan kebudayaan.
18. Moore (2000), perubahan sosial merupakan bagian dari perubahan budaya.
Perubahan dalam kebudayaan mencakup semua bagian, yang meliputi kesenian, ilmu
pengetahuan, teknologi, filsafat dan lainnya. Akan tetapi perubahan tersebut
tidak mempengaruhi organisasi sosial masyarakatnya. Ruang lingkup perubahan
kebudayaan lebih luas dibandingkan perubahan sosial.
C. TIPE – TIPE PERUBAHAN SOSIAL
Perubahan sosial dapat terjadi dalam
segala bidang yang wujudnya dapat dibagi menjadi beberapa bentuk. Beberapa
bentuk perubahan sosial menurut Soekanto, yaitu sebagai berikut :
1. Perubahan Lambat dan
Perubahan Cepat.
Perubahan terjadi secara lambat akan mengalami rentetan perubahan yang
saling berhubungan dalam jangka waktu yang cukup lama. Perkembangan perubahan
ini termasuk dalam evolusi. Perubahan secara evolusi dapat diamati berdasarkan
batas waktu yang telah lampau sebagai patokan atau tahap awal sampai masa
sekarang yang sedang berjalan. Adapun penentuan kapan perubahan tersebut
terjadi, bergantung pada orang yang bersangkutan.
Perubahan sosial yang terjadi secara cepat mengubah dasar atau sendi-sendi
pokok kehidupan masyarakat, perubahan itu dinamakan revolusi. Contohnya,
Revolusi Industri di Eropa. Revolusi tersebut menyebabkan perubahan
besar-besaran dalam proses produksi barang-barang industri. Contoh lain
Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang mengubah tatanan kenegaraan dan sistem
pemerintahan NKRI.
2. Perubahan yang Pengaruhnya
Kecil dan Perubahan yang Pengaruhnya Besar
Perubahan yang pengaruhnya kecil adalah perubahan yang memengaruhi
unsur-unsur kehidupan masyarakat. Akan tetapi, perubahan ini dianggap tidak
memiliki arti yang penting dalam struktur sosial. Contohnya, perubahan mode
pakaian yang tidak melanggar nilai sosial. Perubahan yang pengaruhnya besar
adalah perubahan yang dapat memengaruhi lembaga-lembaga yang ada pada
masyarakat. Misalnya, perubahan sistem pemerintahan yang memengaruhi tatanan
kenegaraan suatu bangsa.
3. Perubahan yang Dikehendaki
dan Perubahan yang Tidak Dikehendaki
Perubahan yang dikehendaki (intended-change) atau
disebut juga perubahan yang direncanakan (planned-change) merupakan
perubahan yang memang telah direncanakan sebelumnya terutama oleh pihak yang
memiliki wewenang untuk mengeluarkan kebijaksanaan. Misalnya, penerapan program
Keluarga Berencana(KB) untuk membentuk keluarga kecil yang sejahtera dan menurunkan
angka pertumbuhan penduduk.
Perubahan yang tidak dikehendaki (unintended-change)atau
disebut juga perubahan yang tidak direncanakan (unplanned-change) umumnya
beriringan dengan perubahan yang dikehendaki. Misalnya adanya pembuatan jalan
baru yang melalui suatu desa maka sumber alam desa akan mudah dipasarkan ke
kota. Dengan demikian, tingkat kesejahteraan penduduk desa akan meningkat.
Meskipun begitu lancarnya hubungan desa dengan kota menyebabkan mudahnya
penduduk desa melakukan urbanisasi dan masuknya budaya kota terutama yang
bersifat negatif, seperti mode yang dipaksakan, minuman keras, VCD porno, dan
keinginan penduduk desa untuk memiliki barang-barang mewah.
D. PERUBAHAN SOSIAL YANG TERJADI DI LINGKUNGAN MASYARAKAT
Sekarang ini banyak sekali perilaku yang
menunjukkan perubahan sosial yang terjadi dalam lingkungan masyarakat. Di
lingkungan tempat tinggal saya pun terjadi berbagai macam perubahan sosial,
seperti :
1. Perubahan Jumlah Penduduk
Dahulu, sepasang suami istri memiliki anak yang lebih dari dua, misalnya
lima, atau menambahkan lebih. Dengan adanya program Kelurga Berencana (KB),
saat ini sepasang suami istri hanya mempunyai 2 orang anak. Selain dipengaruhi
oleh kelahiran perubahan jumlah penduduk di lingkungan saya juga disebabkan
oleh adanya kematian dan juga perpindahan penduduk. Banyak masyarakat yang
berpindah ke kota untuk mencari pekerjaan tetapi juga sebaliknya banyak
penduduk yang dari kota berpindah ke desa.
2. Perubahan Kualitas Penduduk
Masyarakat di taun-taun yang lampau hanya menempuh pendidikan sampai
Sekolah Dasar atau Sekolah Menengah saja, namun sekarang masyarakat telah
banyak yang menempuh pendidikan hingga Perguruan Tinggi. Dengan demikian
pengetahuan yang dimiliki semakin bertambah, hal ini sebagai akaibat positif
dengan terjadinya perubahan.
Akan tetapi, selain memberikan dampak positif bagi kualitas penduduk,
perubahan sosial juga menimbulkan dampak negatif yang berupa penurunan
moral yang dimiliki oleh masyarakat. Penurunan moral ini sering terjadi pada
anak muda, hal ini dapat dilihat pada perilaku yang kurang sopan dalam
masyarakat. Misalnya ketika jalan/lewat di depan warga masyarakat tanpa memberi
salam, berbicara yang kurang sopan kepada orang lain. Selain itu, banyak juga
masyarakat yang tidak mentaati peraturan yang berlaku dalam lingkungan
masyarakat. Misalnya tentang peraturan lalu lintas.
3. Perubahan Sistem Pemerintahan
Perubahan sisitem pemerintahan yang terjadi dalam negara, juga mempunyai
pengaruh bagi pemerintahan suatu dusun. Misalnya dalam suatu pengambilan
keputusan dalam suatu musyawarah. Di lingkungan tempat tinggal saya pengambilan
keputusan dilakukan melalui demokrasi yaitu melalui musyawarah mufakat.
4. Perubahan Mata Pencaharian
Dahulu, Mata pencaharian penduduk di lingkungan saya sebagaian besar adalah
sebagai petani, namun dengan berjalannya waktu dan berkembangnya pengetahuan
yang mereka miliki, saat ini banyak yang menjadi pegawai negeri, karyawan suatu
perusahaan, dan juga ada yang pergi merantau bekerja ditampat lain.
5. Perubahan Gaya Hidup
Seiring dengan perkembangan jaman, gaya hidup masyarakat pun berubah. Saat
ini gaya hidup konsumtif sudah menjangkit sampai di lingkungan pedesaan. Warga
masyarakat memiliki keinginan untuk berbelanja yang tinggi. Contoh perilaku
konsumtif masyarakat dapat dilihat misalnya pada gaya berpakaian. Setiap hari
selalu ada model pakain baru yang ditawarkan baik di toko maupun di pasar.
Warga masyarakat yang merasa mampu tentunya tidak ingin ketinggalan. Selain
itu, dengan adanya perubahan sosial, masyarakat mempunyai pandangan bahwa
produk dari luar negeri lebih baik dari pada produk dari dalam negeri.
6. Perubahan karena Adanya Teknologi
Dahulu, para petani di lingkungan tempat tinggal saya masih menggunakan
bantuan tenaga hewan dalam mengerjakan/membajak sawahnya dan juga dibantu oleh
tetangga dalam menanam padi atau tanaman lainnya. Namun saat ini, dengan
berkembangnya teknologi, para petani telah menggunakan traktor dalam membajak
sawah dan juga sudah menggunakan mesin perontok padi untuk mengolah hasil
panenannya.
Selain teknologi dalam bidang pertanian, teknologi
yang berkaitan dengan komunikasi pun berkembang pesat. Dahulu, apabila ingin
berkomunikasi jarak jauh memerlukan waktu yang lama. Akan tetapi, alat
komunikasi saat ini sudah canggih. Misalnya melalui telepon seluler yang saat
ini satu orang tidak hanya memiliki satu alat komunikasi tersebut. Bahkan,
sekarang anak usia remaja bahkan yang masih anak-anak sekalipun telah mengenal
apa itu facebook, email, twitter, dan lain sebagainya
7. Perubahan Budaya
Perubahan budaya yang terjadi dalam lingkungan
masyarakat dapat dilihat pada perilaku anak muda saat ini. Banyak yang
meniru trend-trend atau budaya masyarakat barat, misalnya cara
berpakaian. Sekarang ini, jarang sekali anak muda yang mau mengenakan pakaian
adat Jawa (Jogja), begitupun dalam acara pernikahan. Mereka bilang terlalu
ribet.
Selain itu,
contoh-contoh hasil kebudayaan seperti, angklung, gamelan, kesenian ketoprak,
lagu-lagu tradisional tidak lagi diminati oleh masyarakat. Bahkan ada warga
yang tidak mengetahui kebudayaan daerah tempat tinggalnya sendiri. Sekarang
ini, keberadaan kesenian-kesenian tersebut telah tergantikan oleh adanya
lagu-lagu pop, rock, dan lain sebagainya.
BAB III
PENUTUP
1. KESIMPULAN
Perubahan sosial dapat dikatakan sebagai
suatu perubahan dari gejala-gejala sosial yang ada pada masyarakat, dari yang
bersifat individual sampai yang lebih kompleks. Perubahan sosial dapat bergerak
ke arah suatu kemajuan, dalam hal ini masyarakat akan berkembang. Sebaliknya,
perubahan sosial juga dapat menyebabkan kehidupan masyarakat mengalami
kemunduran.
Banyak ahli yang mengungkapkan pendapatnya
mengenai perubahan sosial. Diantaranya William F. Ogburn, Selo Soemardjan, Ferdinand
Toennies, Gillin dan Gillin, dan masih banyak ahli lainnya. Salah satu
pandangan yang paling dikenal oleh masyarakat yaitu pendapat Selo
Soemardjan (1962: 379) yang merumuskan perubahan sosial sebagai
segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat,
yang memengaruhi sistem sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap, dan
pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.
Ada tiga (3) bentuk atau tipe perubahan
sosial. Tipe-tipe tersebut adalah : perubahan lambat dan perubahan
cepat, perubahan yang dikehendaki dan perubahan yang tidak dikehendaki, dan
perubahan yang pengaruhnya kecil dan perubahan yang pengaruhnya besar.
Perubahan sosial yang terjadi di lingkungan saya adalah sebagai berikut :
perubahan jumlah penduduk, perubahan gaya hidup, perubahan mata pencaharian,
perubahan kualitas penduduk, perubahan peraturan, perubahan karena adanya
teknologi, dan perubahan budaya.
2. SARAN
Karena masyarakat merupakan salah satu
faktor yang mempengaruhi terjadinya perubahan sosial, maka :
a)
Sebaiknya masyarakat mendukung perubahan
ke arah kemajuan dan juga ikut berperan aktif untuk mewujudkan masyarakat yang
berkembang untuk lebih maju.
b)
Walaupun sudah terjadi perubahan
(perkembangan jaman), sebaiknya warga masyarakat tidak melupakan kebudayaan
peninggalan nenek moyang dan sebaiknya melestarikan kebudayaan tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
Soekanto, Soerjono. 1990. Sosiologi
Suatu Pengantar. Jakarta : Rajawali Pers.
Sugihen, Bahrein T. 1994. Sosiologi
Pedesaan. Jakarta : Rajawali Pers.
Waluya, Bagja. Sosiologi 3.
2009. Menyelami Fenomena Sosial di Masyarakat Untuk Kelas
XII. Jakarta : Pusat Perbukuan Depdiknas.
Veeger, Karel J, dkk. 1997. Pengantar
Sosiologi. Jakarta : Victory Jaya Abadi.
Giddens, Anthony, dkk. 2009. Sosiologi
Sejarah dan Berbagai Pemikirannya. Yogyakarta : Kreasi Wacana.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar