DI SUSUN
OLEH :
1.
Kania Dhea Paramita
2. Alex Widiyanto
3.
Wiit Rismawanto
PRODI :
AGRIBISNIS
FAKULTAS
PERTANIAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO
TAHUN AKADEMIK 2012/2013
Kata
Pengantar
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan
berkat dan rahmatnya makalah ini dapat terselesaikan dengan tanpa menemui
hambatan yang berarti. Makalah ini disusun guna memenuhi tugas mata kuliah
sosiologi pertanian yang di ampuh oleh Ir.Dumasari,M.SI.Shalawat serta salam
semoga tercurahkan kepada Baginda Nabiyana Muhammad Saw.
Dalam kesempatan kali ini juga penulis ingin mengucapkan terimaksih
kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini.
Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dari penyusunan makalah
ini, oleh karena itu diharapkan kritik dan saran yang membangun sehingga
kedepanya dapat dilakukan perbaikan guna memberikan manfaat lebih kepada
pembaca.
Akhirnya diharapkan tujuan makalah ini dapat dicapai dengan sebaik-baiknya.
Purwokerto, 12 April 2013
Penyusun
DAFTAR ISI
1.
KATA PENGANTAR
2.
DAFTAR ISI
BAB 1
3.
PENDAHULUAN
A.
RUMUSAN MASALAH
B.
TUJUAN
4.
METODE PENULISAN
BAB 11
5.
HASIL PEMAHASAN
A.
PENGERTIAN INTERAKSI SOSIAL
B.
CIRI – CIRI INTERAKSI SOSIAL
C.
ARAH KOMUNIKASI DALAM INTERAKSI SOSIAL
D.
FAKTOR – FAKTOR INTERAKSI SOSIAL
E.
SYARAT – SYARAT TERJADINYA INTERAKSI SOSIAL
F.
BENTUK DAN SIFAT INTERAKSI SOSIAL
G.
INTERAKSI BERDASARKAN HUBUNGAN
BAB 111
6.
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
B.
SARAN
C.
DAFTAR PUSTAKA
BAB 1
1.
PENDAHULUAN
A.
Rumusan masalah
a.
Apakah pengertian Interaksi Sosial ?
b.
Ciri – ciri Interaksi Sosial
c.
Arah komudikasi dalam Interaksi Sosial
d.
Faktor – faktor pendorong dalam Interaksi Sosial
e.
Syarat – syarat terjadinya Interaksi Sosial
f.
Bentuk dan sifat Interaksi Sosial
g.
Interaksi berdasarkan hubungan
B.
Tujuan
a.
Untuk mengetahui pengertian interahsi sosial.
b.
Untuk mengetahui ciri – ciri Interaksi Sosial.
c.
Untuk mengetahui arah komudikasi dalam Interahsi Sosial.
d.
Untuk mengetahui faktor – faktor pendorong dalam Interaksi Sosial.
e.
Untuk mengetahui syarat – syarat terjadinya Interaksi Sosial.
f.
Untuk mengetahui bentuk dan sifat Interaksi Sosial.
g.
Untuk mengetahui Interaksi berdasarkan hubungan.
2.
METODE PENULISAN
a.
b.
c.
BAB 11
HASIL PEMBAHASAN
a. Pengertian Interaksi Sosial
Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antara individu dan individu,
antara individu dengan kelompok atau antara kelompok dengan kelompok dalam
berbagai bentuk seperti kerjasama, persaingan ataupun pertikaian.
1. Interaksi antara individu dengan individu
Adalah individu yang satu memberikan pengaruh, rangsangan/stimulus kepada individu
lainnya dan sebaliknya, individu yang terkena pengaruh itu akan memberikan
reaksi, tanggapan atau respon.
2. Interaksi antara individu dengan kelompok
Secara konkret bentuk interaksi sosial antara individu dengan kelompok bisa
digambarkan seperti seorang guru yang sedang berhadapan dan mengajari
siswa-siswinya didalam kelas/seorang penceramah yang sedang berpidato didepan
orang banyak. Bentuk interaksi semacam ini juga menunjukkan bahwa kepentingan
seseorang individu berhadapan/bisa ada saling keterkaitan dengan kepentingan
kelompok.
3. Interaksi antar kelompok dengan kelompok
Bentuk interaksi antara kelompok dengan kelompok saling berhadapan dalam
kepentingan, namun bisa juga ada kepentingan individu disitu dan kepentingan
dalam kelompok merupakan satu kesatuan, berhubungan dengan kepentingan individu
dalam kelompok lain.
b.Ciri-ciri Interaksi Sosial
Sistem sosial dalam masyarakat akan membentuk suatu pola hubungan sosial yang
relatif baku/tetap, apabila interaksi sosial yang terjadi berulang-ulang dalam
kurun waktu relatif lama dan diantara para pelaku yang relatif sama. Pola
seperti ini dapat dijumpai dalam bentuk sistem nilai dan norma. Sejarah pola
yang melandasi interaksi sosial adalah tujuan yang jelas, kebutuhan yang jelas
dan bermanfaat, adanya kesesuaian dan berhasil guna, adanya kesesuaian dengan
kaidah sosial yang berlaku dan dapat disimpulkan bahwa interaksi sosial itu
memiliki karakteristik sebagai berikut :
1. Ada pelaku dengan jumlah lebih dari satu orang.
2. Interaksi sosial selalu menyangkut komunikasi
diantara dua pihak yaitu pengirim (sender) dan penerima (receiver).
3. Interaksi sosial merupakan suatu usaha untuk
menciptakan pengertian diantara pengirim dan penerima.
4. Ada tujuan-tujuan tertentu, terlepas dari sama atau
tidaknya tujuan tersebut. Interaksi sosial menekankan juga pada tujuan mengubah
tingkah laku orang lain yang meliputi perubahan pengetahuan, sikap dan tindakan
dari penerima.
c. Arah Komunikasi dalam Interaksi Sosial
Menurut Gibson (1996) desain organisasi harus memungkinkan terjadinya
komunikasi 4 arah yang berbeda :
1. Komunikasi ke bawah (down ward communication) adalah komunikasi yang
mengalir dari tingkat atas ke tingkat bawah dalam sebuah organisasi seperti
kebijakan pimpinan, instansi/memoresmi.
2.
Komunikasi keatas (up ward communication) adalah komunikasi yang mengalir dari
tingkat bawah ke tingkat atas sebuah organisasi seperti kotak saran, pertemuan
kelompok dan prosedur keluhan.
3.
Komunikasi horizontal (horizontal communication) adalah komunikasi yang
mengalir melintasi berbagai fungsi dalam organisasi.
4.
Komunikasi diagonal (diagonal communication) adalah komunikasi yang bersifat
melintasi fungsi dan tingkatan dalam organisasi.
d.
Faktor-faktor Pendorong Interaksi Sosial
a. Faktor Internal
1. Dorongan
untuk meneruskan/mengembangkan keturunan. Secara naluriah, manusia mempunyai
dorongan nafsu birahi untuk saling tertarik dengan lawan jenis. Dorongan ini
bersifat kodrati artinya tidak usah dipelajaripun seseorang akan mengerti
sendiri dan secara sendirinya pula orang akan berpasang-pasangan untuk
meneruskan keturunannya agar tidak mengalami kepunahan.
2. Dorongan
untuk memenuhi kebutuhan
Dorongan untuk memenuhi kebutuhan manusia memerlukan keberadaan orang lain yang
akan saling memerlukan, saling tergantung untuk saling melengkapi kebutuhan
hidup.
3 .Dorongan
untuk mempertahankan hidup
Dorongan untuk mempertahankan hidup ini terutama dalam menghadapi ancaman dari
luar seperti ancaman dari kelompok atau suku bangsa lain, ataupun dari serangan
binatang buas.
4. Dorongan
untuk berkomunikasi dengan sesama
Secara naluriah, manusia memerlukan keberadaan orang lain dalam rangka saling
berkomunikasi untuk mengungkapkan keinginan yang ada dalam hati masing-masing
dan secara psikologis manusia akan merasa nyaman dan tentram bila hidup
bersama-sama dan berkomunikasi dengan orang lain dalam satu lingkungan sosial
budaya.
b.
Faktor Eksternal
1
.Imitasi
Imitasi dapat diartikan sebagai suatu perbuatan atau tindakan seseorang untuk
meniru sesuatu yang ada pada orang lain.
2.
Identifikasi
Merupakan kecenderungan/keinginan dalam diri seseorang untuk menjadi sama
dengan pihak lain.
3. Sugesti
Merupakan cara pemberian suatu pandangan/pengaruh oleh seseorang kepada orang
lain dengan cara tertentu sehingga seseorang tersebut mengikuti pandangan atau
pengaruh yang diberikan tanpa berpikir panjang.
4. Simpati
Merupakan sikap keterkaitan terhadap orang lain. Sikap ini timbul karena adanya
kesesuaian antara nilai yang dianut oleh kedua belah pihak.
5. Empati
Merupakan proses sosial yang hampir sama dengan simpati, hanya perbedaannya
adalah bahwa empati lebih melibatkan emosi atau lebih menjiawai dalam diri
seoang yang lebih daripada simpati.
6. Motivasi
Adalah suatu dorongan atau rangsangan yang diberikan seseorang kepada orang
lain sedemikian rupa sehingga orang yang diberi motivasi tersebut menuruti atau
melaksanakan yang dimotivasikan kepadanya.
e. Syarat
Terjadinya Interaksi Sosial
Syarat terjadinya interaksi sosial yang pokok ada 3 yaitu :
1. Kontak
Sosial
Merupakan awal dari terjadinya interaksi sosial dan masing-masing pihak saling
berinteraksi meskipun tidak saling bersentuhan secara fisik. Jadi kontak tidak
harus selalu berkomunikasi. Dalam kehidupan sehari-hari dikenal beberapa macam
kontak sosial yaitu :
a. Menurut cara yang dilakukan
Kontak langsung dan kontak tidak langsung.
b. Menurut proses terjadinya/tingkat hubungannya
Kontak primer dan kontak sekunder.
c. Menurut sifat
Kontak positif dan kontak negatif.
2.
Komunikasi
Merupakan pengiriman pesan dan penerimaan pesan dengan maksud untuk dapat
dipahami. Proses komunikasi terjadi pada saat kontak sosial berlangsung.
3.
Tindakan Sosial
Adalah tindakan yang mempengaruhi individu yang mempengaruhi individu lain
dalam masyarakat dan merupakan tindakan bermakna yaitu tindakan yang dilakukan
dengan mempertimbangkan keberadaan orang lain. Berdasarkan cara dan tujuan yang
akan dilakukan, maka tindakan sosial dapat dibedakan menjadi 4, yaitu :
a. Tindakan rasional instrumental
Adalah tindakan sosial yang dilakukan oleh seorang dengan memperhitungkan
kesesuaian cara yang digunakan lalu tujuan apa yang hendak dicapai dalam
tindakan itu.
b. Tindakan rasional berorientasi nilai
Merupakan tindakan yang begitu memperhitungkan cara.
c. Tindakan tradisional
Merupakan tindakan yang tidak memperhitungkan pertimbangan rasional. Tindakan
ini dilaksanakan karena pertimbangan adat dan kebiasaan.
d. Tindakan efektif
Tindakan efektif seringkali dilakukan tanpa suatu perencanaan matang dan
kesadaran penuh. Tindakan ini muncul karena dorongan perasaan atau emosi dalam
diri pelaku.
f. Bentuk
dan Sifat Interaksi Sosial
Dalam proses interaksi sosial menghasilkan 2 bentuk yaitu proses sosial
asosiatif dan disosiatif.
1.
Proses/interaksi Sosial Asosiatif
Adalah proses sosial yang membawa ke arah persatuan dan kerja sama.
Proses ini disebut juga sebagai proses yang positif. Beberapa proses sosial
yang bersifat asosiatif adalah :
a. Akulturasi
(acculturation)
Merupakan proses sosial yang timbul akibat suatu kebudayaan asing/kebudayaan
lain tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan sendiri.
b.Asimilasi
Proses asimilasi terjadi apabila dalam masyarakat terdapat perbedaan kebudayaan
diantara kedua belah pihak, ada proses saling menyesuaikan, ada interaksi
intensif antara kedua belah pihak.
c. Kerja
sama (cooperation)
Merupakan bentuk yang paling utama dalam proses interaksi sosial karena
interaksi sosial yang dilakukan oleh seorang/kelompok orang bertujuan untuk
memenuhi kepentingan/kebutuhan bersama.
· Kerjasama spontan : kerjasama yang timbul secara spontan.
· Kerjasama langsung : kerjasama yang terjadi karena adanya perintah dari
atasan.
· Kerjasama kontrak : kerjasama yang terjadi atas dasar ketentuan tertentu yang
disetujui bersama untuk jangka waktu tertentu.
· Kerjasama tradisional : kerjasama yang terbentuk karena adanya sistem tradisi
yang kondusif.
d.
Akomodasi
Sebagai proses usaha-usaha yang dilakukan manusia untuk meredakan atau
memecahkan konflik dalam rangka mencapai kestabilan.
2.
Proses/interaksi sosial disosiatif
Merupakan interaksi sosial yang membawa ke arah perpecahan. Ada beberapa bentuk
interaksi sosial disosiatif yaitu :
a. Konflik Sosial/pertentangan
Dapat diartikan sebagai suatu proses antara dua orang atau lebih, maupun
kelompok berusaha menyingkirkan pihak lain dengan jalan menghancurkan atau
membuatnya tidak berdaya.
b.Persaingan (competition)
Merupakan suatu proses sosial yang melibatkan mencapai keuntungan melalui
bidang kehidupan yang pada suatu saat tertentu menjadi pusat perhatian umum,
tanpa ancaman/kekerasan.
c. Kontrovensi
Merupakan suatu proses sosial yang posisinya berada diantara persaingan dan
konflik. Kontrovensi dapat berwujud sikap tidak senang, baik secara
terbuka/sembunyi-sembunyi
g. Interaksi berdasarkan
hubungan
1 Hubungan
antar status
Adalah hubungan antara dua pihak dalam masyarakat yang berada dalam satu
lingkungan organisasi yang bersifat formal sehingga masing-masing pihak didalam
melakukan interaksinya didasarkan pada statusnya masing-masing.
· Ciri-ciri hubungan antarstatus
- Masing-masing pihak berpijak pada statusnya.
- Bentuk hubungan tersebut didasarkan pada aturan yang berlaku.
- Toleransi bersifat terbatas.
- Bentuk-bentuk hubungan lebih bersifat formal.
- Ada sanksi yang diberlakukan terhadap interaksi yang menyimpang dari
ketentuan yang ada.
2 Hubungan
antar kepentingan
Adalah hubungan antarpihak didalam masyarakat yang berorientasi pada
terpenuhnya kepentingan dari masing-masing pihak.
· Ciri-ciri hubungan antar kepentingan
- Masing-masing pihak berpijak pada kepentingan masing-masing.
- Bentuk hubungan cenderung bersifat formal.
- Didasarkan pada norma-norma tertentu yang telah disepakati.
- Solidaritas relatif lebih tinggi.
- Masing-masing pihak mempunyai interest dan kepentingan yang sama.
3. Hubungan
kekeluargaan
Adalah hubungan yang terjadi antar pihak dimana masing-masing masih mempunyai
hubungan darah.
· Ciri-ciri hubungan kekeluargaan
- Masing-masing pihak masih ada hubungan darah/kekerabatan.
- Hubungan bersifat non formal.
- Solidaritas sangat tinggi.
- Setiap interaksi tidak didasarkan pada peraturan yang berlaku.
- Masing-masing pihak saling memanjakan.
4.
Hubungan persahabatan
Adalah hubungan antara dua pihak/elbih pihak dimana masing-masing sangat
mendambakan komunikasi yang saling menguntungkan untuk menjalin suatu hubungan
yang sedemikian dekat/keakraban.
· Ciri-ciri hubungan persahabatan
- Solidaritas sosial tinggi.
- Bentuk hubungan dapat bersifat formal/non formal.
- Masing-masing pihak saling mengupayakan agar hubungan tetap harmonis.
BAB III
PENUTUP
a.
Kesimpulan
Berdasarkan tahap-tahap yang kami tempuh melalui pembahasan dan penjelasan yang
bertujuan untuk mengembangkan, maka penulis dapat menyimpulkan sebagai berikut.
1. Pentingnya sebuah sosialisasi dalam kehidupan sehari-hari untuk menciptakan
komunikasi yang baik dan benar.
2. Komunikasi dapat membuat kesejahteraan hidup bagi setiap individu.
3. Interaksi sosial yang baik dan benar dapat mempererat tali persaudaraan
antar umat beragama.
4. Interaksi sosial antar individu sangat dibutuhkan dalam menjalin sebuah
hubungan seperti dalam menjalin hubungan kekeluargaan.
b.
Saran
Hendaknya berinteraksi sosial dengan lingkungan atau masyarakat dalam kehidupan
kita. Semoga karya ilmiah ini menambah wawasan dan pengetahuan kita juga
bermanfaat bagi kita semua.
c. Daftar
pustaka
c.
krizi.wordpress.com/.../makalah-interaksi-sosial/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar